Sejarah Pendirian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto lengser keprabon sebagai akibat desakan arus reformasi yang kuat, mulai yang mengalir dari diskusi terbatas, unjuk rasa, unjuk keprihatinan, sampai istighosah dan lain sebagainya. Peristiwa ini menandai lahirnya era baru di
Akhirnya, PBNU mengadakan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 3 Juni 1998 yang menghasilkan keputusan untuk membentuk Tim Lima yang diberi tugas untuk memenuhi aspirasi warga NU. Tim Lima diketuai oleh KH Ma'ruf Amin (Rais Suriyah/Koordinator Harian PBNU), dengan anggota, KH M Dawam Anwar (Katib Aam PBNU), Dr KH Said Aqil Siradj, M.A. (Wakil Katib Aam PBNU), HM Rozy Munir,S.E., M.Sc. (Ketua PBNU), dan Ahmad Bagdja (Sekretaris Jenderal PBNU). Untuk mengatasi hambatan organisatoris, Tim Lima itu dibekali Surat Keputusan PBNU.
Selanjutnya, untuk memperkuat posisi dan kemampuan kerja Tim Lima seiring semakin derasnya usulan warga NU untuk menginginkan partai politik, maka pada Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 20 Juni 1998 memberi Surat Tugas kepada Tim Lima, selain itu juga dibentuk Tim Asistensi yang diketuai oleh Arifin Djunaedi (Wakil Sekjen PBNU) dengan anggota H Muhyiddin Arubusman, H.M. Fachri Thaha Ma'ruf, Lc., Drs. H Abdul Aziz, M.A., Drs. H Andi Muarli Sunrawa, H.M. Nasihin Hasan, H Lukman Saifuddin, Drs. Amin Said Husni dan Muhaimin Iskandar. Tim Asistensi bertugas membantu Tim Lima dalam mengiventarisasi dan merangkum usulan yang ingin membentuk parpol baru, dan membantu warga NU dalam melahirkan parpol baru yang dapat mewadahi aspirasi poitik warga NU.
Pada tanggal 22 Juni 1998 Tim Lima dan Tim Asistensi mengadakan rapat untuk mendefinisikan dan mengelaborasikan tugas-tugasnya. Tanggal 26 - 28 Juni 1998 Tim Lima dan Tim Asistensi mengadakan konsinyering di Villa La Citra Cipanas untuk menyusun rancangan awal pembentukan parpol. Pertemuan ini menghasilkan
Pokok-pokok Pikiran NU Mengenai Reformasi Politik, Mabda' Siyasiy, Hubungan Partai Politik dengan NU, AD/ART dan Naskah Deklarasi.
Setelah malang melintang di dunia politik praktis, kini aku mendapat kesempatan untuk menjadi calon legislatif dari partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2006-2011. Namun sayangnya masih diurutan ke 6.
Minimal untuk sosialisasi ke masyarakat mojokerto..ya apalah salahnya. Namun siapa tahu nasib baik di pihakku dan mendapatkan simpati masyarakat untuk menjadi wakilnya di DPRD Mojokerto, ya..aku syukuri. Nah sekarang ini, hal yang paling penting untuk kulakukan adalah dekat dengan konstituenku di wilayah pemilihanku yaitu kecamatan Ngoro, Pungging dan Mojosari. Karena calon bisa dipilih berdasarkan nama dan gambar siapa tahu, kedekatanku dengan masyarakat berbuah hasil simpati.
Tapi yang paling penting adalah bagaimana mengemban amanah rakyat yang kian kritis dan acuh terhadap politik. Terutama mereka yang selama ini merasa dikhianati oleh pemimpin mereka. Mengebalikan kepercayaan yang sudah luntur dan memberikan hari cerah untuk hari esok buat mereka adalah impian dan harapanku.
moga-moga aku bisa jadi pemimpin yang jujur penuh amanah, dan dicintai oleh masyarakatku
Amieen. Tapi bagi siapun yang berdomisili di daerah Ngoro, Mojosari dan Pungging jangan lupa ya...dukung aku. Pilih Sulisno S.Pd.I pasti amanah!

0 komentar:
Posting Komentar